Tampilkan postingan dengan label sayuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayuran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

21 Cara Menanam Tomat Hidroponik Mudah

21 Cara Menanam Tomat Hidroponik Mudah – Tomat merupakan jenis buah yang digolongkan dalam jenis sayuran. Tomat banyak digunakan sebagai makanan tambahan yang berguna untuk menambah suplay nutrisi di dalam  tubuh kita. Tomat kaya akan vitamin C yang tidak dimiliki sayuran lainnya.

Cara menanam tomat dengan metode hidroponik sebetulnya sangat mudah hanya saja diperlukan pengetahuan sebelum memulainya. Dengan begitu anda tidak perlu repot-repot lagi untuk membeli tomat di pasar karena di kebun belakang rumah anda sudah ada. Selain itu tomat yang ditanam sendiri pun lebih di jamin kebersihan serta kesehatannya ketimbang harus membeli tomat di pasar.
Baca Juga: cara menanam tomat mudah di polybag
 
21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Maka dari itu tidak ada salahnya anda  menanam sayuran yang satu ini di halaman rumah anda. Untuk lebih jelasnya seputarpertanian akan memberikan info lengkap tentang cara menanam tomat hidroponik mudah yang dapat anda praktekan langsung di rumah.


Langkah-langkah cara menanam tomat hidroponik

Persiapan sebelum menanam
21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Sebelum anda menanam tomat ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang tanaman tomat. Tomat baik  tumbuh pada dataran sedang hingga tinggi dengan suhu sekitar 55-75 derajat celcius. Kelembaban yang baik untuk tomat yaitu 40-50%.

Setelah itu siapkan botol-botol plastik bekas yang dapat anda dapatkan disekitar rumah anda sebagai tempat media tanam. Sebelum ditanam sebaiknya tomat disemai terlebih dahulu dengan menggunakan media tanam cocopeat. Persemaian selesai ketika benih telah berumur 2-3 minggu dengan di letakkan di bawah  sinar matahari langsung agar merangsang pertumbuhannya. Setelah itu bibit siap dipindahkan ke media hidroponik.

Memindahkan tomat ke media hidroponik
21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Setelah tanaman disemai selama 2-3 minggu biasanya batang sudah tumbuh dan siap dipindahkan ke media gelas plastik  yang telah dilubangi  dengan diisi pecahan batu bata, batu split atau kerikil.  Lalu tancapkan akar tomat kedalamnya dengan catatan akar tersebar.  Setelah itu masukan media tanam gelas plastik itu ke sistem paralon hidroponik yang telah dilubangi atasnya menyesuaikan lubang gelas plastik.

Perawatan

21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Kelebihan dari sistem hidroponik adalah tanaman sudah tidak perlu disiram. Selain itu resiko terserang hama juga sangat kecil. Jadi yang harus anda lakukan hanyalah pemupukan. Pemupukan dapat anda berikan pupuk organik cair yang diteteskan kedalam sistem hidroponik. Pemupukan dilakukan sekitar 2 minggu setelah tanam  dan dua minggu selanjutnya.

Pemanenan


21 Cara Menanam Tomat HIdroponik Mudah

Setelah anda lakukan pemupukan secara rutin sesuai jadwal dan dengan pemeliharaan yang baik pula maka dalam waktu 50-60 hari  tomat anda sudah dapat dipanen. Selamat menikmati tomat yang sehat dan bebas dari pestisida!!!

Itulah tadi cara menanam tomat hidroponik mudah yang dapat anda praktekan dirumah. Syangi keluarga anda dengan makanan organik!!!

Minggu, 06 September 2015

Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat


Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat
Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat

Cara Menanam Wortel Agar Panen Meningkat – Sama dengan postingan sebelumnya, kita masih akan membahas tentang budidaya umbi-umbian. Jika pada posting sebelumnya kita membahas tentang panduan sukses cara menanam kentang, nah pada artikel kali ini kita akan membahas tentang saudara kentang  yaitu wortel. Yap wortel! Buah umbi dengan warna orange cerah yang kita kenal kaya akan vitamin A. Wortel atau nama ilmiahnya Daucus carota L. memiliki 3 jenis yang berbeda yaitu jenis imperator dengan buahnya yang bulat dan panjang. Lalu jenis cantenay umbinya bulat dan cerah yang terakhir jenis nantes merupakan capuran dari kedua jenis yang telah disebutkan.
Sama dengan tanaman kentang, wortel juga dapat tumbuh hanya didataran tinggi diatas 1200 mdpl dengan tanah yang banyak humus wortel akan tumbuh dengan sangat baik.Sedangkan jenis tanah yang paling baik untuk wortel adalah jenis tanah vulkanik. Wortel dapat tumbuk sempurna pada tanah dengan kadar keasaman tanah kisaran pH 5-6,5.

Persiapan Lahan

Tahap awal persiapan lahan adalah dengan membajak lahan hingga kedalaman 30-40cm. Setelah lahan dibajak dengan baik lalu campurkan pupuk kandang ke lahan dengan dosis 10-15 ton per hektar, biarkan selama  5-7 hari. Langkah selanjutnya adalah membuat bedengan dengan tinggi 30-35 cm lebar 40 cm dan jarak antar bedengan adalah 40-50 cm. setelah bedengan telah selesai dibuat lalu buatlah garitan/larikan untuk memasukkan bibit kedalam lahan.

Penanaman

Benih wortel berbeda dengan benih kentang yang berupa umbi. Pada tanaman wortel benihnya adalah biji yang berukuran kecil-kecil. Pilihlah benih yang memiliki mutu yang unggul. Benih wortel dapat dibeli di toko-toko pertanian. Setelah benih siap lalu tebarkan benih pada larik yang telah disiapkan. Setelah benih dimasukkan tutup kembali dengan tanah tanpa harus menekannya. Untuk kebutuhan benih per hektar adalah 4-5 kg/ha. Tanaman akan mulai tumbuh pada hari ke 8-10 setelah tanam.

Pemeliharaan tanaman

Untuk budidaya wortel organic, pemupukan dapat dilakukan dengan memberikan tanaman pupuk organic cair atau bisa juga dengan pupuk kompos. tebarkan kompos sebanyak 15 kg per hektar. Sedangkan untuk budidaya wortel non organic pupuk yang dapat diberikan ketanaman berupa urea dan KCl, untuk dosis urea 200kg/ha sedangkan KCL 100 kg/ha.

Tanaman wortel dapat tumbuh baik apabila terhindar dari gangguan gulma maka dari itu pentingnya penyiangan harus dilakukan. Sedangkan untuk penyiraman, cukup lakukan penyiangan dengan frekwensi 2 kali dam seminggu.

Pada budidaya wortel memang terdapat hama dan penyakit yang mengganggu. Ada beberapa hama yang mengganggu pertumbuhan wortel salah satu diantaranya adalah hama ulat. Untuk pengendaliannya kita cukup membersihkan ulat dari daerah sekitar pertanaman atau bisa juga menggunakan insektisida. Selain ulat hama lainnya yang berpotensi mengganggu adalah kutu pada daun. Kutu daun dapat merusak daun dengan cara memakannya. Apabila hal tersebut terjadi maka gunakanlah insektisida untuk membasminya.

Untuk penyakit yang menyerang tanaman wortel adalah penyakit bercak daun yang sangat meresahkan banyak petani. Pengendalian penyakit ini bisa dengan mengaplikasikan fungisida pada tanaman.

Panen

Tanaman wortel baru dapat dipanen setelah 90 hari dari waktu penanaman. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tanaman wortel. Pencabutan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak ada wortel yang patah didalam tanah. Setelah wortel dipanen lalu dicuci hingga tanah yang menempel pada wortel dapat bersih dan hilang sempurna.

Baca Juga:

  • Manfaat Wortel Untuk Kecantikan
  • Cara Budidaya Timun
  • Cara Budidaya  Bayam Organik
  • Cara budidaya Padi Organik dengan Metode Sri

Senin, 31 Agustus 2015

Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik


Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik
Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik
Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik – Sawi Hijau atau sering disebut caisim atau caisin adalah tanaman sayuran yang banyak masyarakat sebagai sayur untuk melengkapi berbagai makanan seperti bakso dan mie ayam. Sawi hijau dulunya hanya terkenal dikalangan rakyat cina namun sekarang sawi hijau sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Sayuran ini termasuk dalam sayuran yang mudah dibudidayakan diberbagai tempat di Indonesia sebab caisim atau caisin ini bisa tumbuh subur pada dataran rendah maupun dataran tingi. Sawi hijau yang dibudidayakan didataran tinggi akan cepat berbunga ketimbang yang dibudidayakan didataran rendah sebab pada dataran tinggi suhunya lebih rendah ketimbang di dataran rendah.

Budidaya sayuran organik saat ini memang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh banyak petani. Sayuran organik memiliki harga yang relatif lebih tinggi ketimbang sayuran non organik. Segmen pasar untuk sayuran organik pun berbeda, untuk sayuran organik segmen pasarnya pada masyarakat ekonomi menengah keatas. Distribusi awal dari pemasaran sayuran organik biasanya ditujukan ke supermarket atau pasar-pasar modern lainnya.

Cara Menanam Sawi Hijau Organik


Pengolahan Lahan
Pengolahan tanah bertujuan agar tanah pada lahan dapat lebih gembur dan memiliki sistem drainase yang baik. pengolahan tanah dapat dilakukan dengan mencangkulnya. Cangkul tanah sedalam 20-30cm lalu berikan pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha aduk tanah bersama pupuk kandang hingga pupuk benar-benar tercampur rata dengan tanah. Setelah itu buatlah bedengan  dengan lebar bedengan 1,5 m dan tinggi 30-40 cm sedangkan jarak antar bedengan adalah 30 cm. setiap bedengan terdapat 2 larik tanama dengan jarak tanaman 30 x 30 cm.


Persemaian Benih

Ada beberapa langkah dalam proses persemaian benih.

Pembuatan Rumah Bibit
Buatlah rumah bibit dengan bambu dan atapnya menggunakan plastik. Lebar rumah bibit adalah 2 m dengan tinggi 1,5 m sedangkan panjangnya menyesuaikan jumlah bibit yang akan disemaikan.

Penyemaian
Untuk penyemaian lahan harus diberikan pupuk kandang dari kotoran ayam dan pupuk kandang dari kotoran sapi sebanyak 10 kg lakukan kira-kira 14 hari sebelum benih sawi ditabur. Untuk kebutuhan benih sendiri adalah 750 gram/ha. Tebar sawi pada lahan yang telah disiapkan lalu tutup kembali dengan tanah tipis.

Penanaman

Penanaman dilakukan ketika benih telah berumur 1 bulan. ketika benih berumur 1 bulan, benih telah memiliki 4 helai daun dan akar yang telah menguat. Lakukan penanaman dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu sedalam 5-10 cm dengan jarak tanam 30 x 30 cm. setelah itu pindahkan bibit dari media persemaian ke dalam lubang tanam. Atur akar agar tertanam secara tegak. Lalu tutup kembali dengan tanah. Setelah proses penanaman lakukanlah penyiraman agar kelembaban tanaman tetap terjaga.

Pemeliharaan Tanaman

Kiat Sukses Cara Menanam Sawi Hijau Organik
Ilustrasi: Pemeliharaan Sawi Hijau

Penyiraman tanaman
Proses penyiraman untuk tanaman sawi bergantung terhadap musim. Pada musim kemarau lakukan penyiraman 2 kali sehari sedangkan ketika musim penghujan penyiraman dapat dilakukan 2 hari sekali tergantung kelembaban lahan.

Penjarangan
Penjarangan adalah proses pencabutan tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Penjarangan sudah dapat dilakukan ketika tanaman sawi telah berumur 2 minggu setelah tanam.

Penyulaman
Lakukanlah penyulaman bersamaan dengan proses penjarangan agar lebih menghemat waktu dan tenaga. Tanaman yang mati harus diganti dengan bibit yang baru yang lebih siap tanam dan sehat.

Pemupukan
Lakukanlah pemupukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Pengaplikasian pupuk organik cair pun terbeling mudah kita Cuma harus mencampurkan pupuk organik cair bersama air lalu siram menggunakan handsprayer. Pemupukan dilakukan ketika tanaman telah berumur 3 minggu setelah tanam.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama dan penyakit haruslah menggunakan cara terpadu dengan memperhatikan pola penyerangan hama tersebut. Pengendalian hama terpadu dapat dilakukan berbagai cara diantaranya melepaskan musuh alami pada hama yang menyerang tanaman sawi tersebut. sedangkan untuk pengendalian penyakit dapat dikendalikan sejak dini dengan cara melakukan persiapan benih dan lahan dengan baik. Jangan gunakan lahan yang masa tanam sebelumnya tanaman yang ditanam terserang penyakit.

Panen

Panen dilakukan ketika sawi berumur 40-50 hari setelah penyemaian. Lakukan pemanenan pada pagi hari agar ketika pemanenan selesai sawi langsung dapat dipasarkan. Jangan simpan sawi terlalu lama karena sawi termasuk sayuran yang cepat membusuk.