Jumat, 22 Januari 2016

Cara Membuat Pakan Ikan Lele Organik dari Ampas Tahu dan Kotoran Sapi agar Panen Melimpah

Cara Membuat Pakan Ikan Lele Organik agar Panen Melimpah

Cara Membuat Pakan Lele Organik agar Panen Melimpah - Pakan ternak adalah hal yang paling penting dalam usaha budidaya seperti budidaya ikan lele. Dalam memilih pakan tentunya banyak pengusaha ikan lele kebingungan karena tingginya harga pembelian pakan berupa pelet. Belum lagi jika harga ketika panen rendah, maka tak heran apabila banyak pengusaha ikan lele yang gulung tikar karena tingginya harga pakan pelet. Nah pada pertemuan kali ini admin akan memberikan informasi tentang pakan alternatif untuk ternak lele anda yang merupakan informasi dari departemen pertanian yang sudah di teliti keberhasilannya. Ada dua jenis pakan alternatif yang akan kita bahas, yang pertama adalah pakan organik dari ampas tahu dan yang kedua adalah dari kotoran ternak. Maka dari itu mari simak penjelasan lengkapnya dibawah ini. baca juga pakan ikan nila alternatif

1.   Pakan Organik Lele dari Ampas Tahu

Pakan alternatif organik yang pertama adalah menggunakan bahan baku utama berupa ampas tahu. Ampas tahu adalah sisa hasil proses pembuatan tahu yang sudah tak terpakai. Biasanya ampas tahu hanya dibuang namun saat ini anda dapat memanfaatkannya sebagai pakan organik untuk ternak lele anda. Berikut langkah dan bahan yang harus dipersiapkan.

Bahan-bahan yang digunakan:
  1. Ampas Tahu 5 Kg
  2. Dedak Halus 5 Kg
  3. Tepung Ikan 1 Kg
  4. Tetes Tebu/Molases 1 liter
  5. Probiotik(EM4-Perikanan) : 200 ml
  6. Ragi Tempe 2 sdm
Setelah semua bahan-bahan tersebut disiapkan maka simak langkah-langkah untuk membuatnya.
  1. Pertama-tama campurkan kesemua bahan tersebut pada bak besar atau drum yang terdapat tutup, apabila tak ada drum maka dapat menggunakan ember besar bekas wadah cat yang terdapat tutupnya.
  2. Selanjutnya aduk rata semua bahan tersebut dan tutup. Lalu buatlah selang sebagai jalan masuknya udara yang pada ujungnya dimasukan kedalam derigen yang berisi air. 
  3. Selanjutnya simpan dan biarkan selama kurang lebih satu minggu agar proses fermentasi dapat berlangsung secara sempurna.
  4. Selanjutnya, setelah satu minggu masa fermentasi berlangsung maka pakan lele organik sudah dapat digunakan dan diaplikasikan ke lele anda.
Adapun aturan penggunaan pakan lele organik ini antara lain sebagai berikut:
  1. Cara pemberiannya dapat dilakukan dengan cara dikepal menggunakan tangan dan langsung diberikan kepada ikan.
  2. Pakan ampas tahu ini sebaiknya diberikan pada ikan lele yang telah berumur 1 bulan dari ukuran benih tebar antara 5-7 cm.
  3. Jangan berikan pakan organik ini bersamaan dengan pakan pelet
  4. Persentase pemberian pakan organik ampas tahu ini sebesar 5% dari bobot ikan.
  5. Waktu pemberian yang paling baik adalah pagi dan siang hari. Antara 2-3 kali sehari.

2.   Pakan Lele Organik dari Kotoran Sapi

Selain berguna untuk pupuk tanaman, ternyata kotoran sapi juga dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak lele. Hal ini tentunya merupakan kabar baik mengingat harga pelet saat ini cukup mahal ditambah lagi lele merupakan ikan yang sangat rakus terhadap makanan. Oleh karena itu pakan pelet saat ini dapat disiasati dengan menggunakan pakan organik dari kotoran sapi. Untuk lebih lengkapnya mari simak ulasan berikut ini.

Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  1. Kotoran Sapi yang masih lembab.
  2. 2 liter tetes tebu.
  3. 1 liter probiotik EM4
  4. Air secukupnya
Adapun cara membuatnya adalah sebagai berikut:
  1. Langkah pertama adalah dengan cara memasukan kotoran sapi yang masih lembab kedalam ember atau drum yang ada tutupnya.
  2. Selanjutnya campurkan larutan probiotik EM4, tetes tebu, dan juga air kedalam ember atau drum tersebut dan aduk hingga rata.
  3. Sama seperti proses pembuatan ampas tahu, tutup drum tersebut diberi selang yang ujung selangnya dimasukan kedalam derigen yang berisi air agar gas dapat bersirkulasi dengan baik.
  4. Simpan campuran semua bahan tersebut selama 5 hari agar tumbuh plankton-plankton yang nantinya akan menjadi pakan lele.
  5. Setelah itu pakan sudah dapat digunakan dan diaplikasikan ke lele. Pemberian pakan kotoran sapi ini dapat dilakukan 2-3  kali sehari.
Itulah kedua cara ampuh untuk menghemat pemberian pakan ikan lele anda. Kedua metode tersebut telah dibuktikan di berbagai daerah di Indonesia dan hasilnya sangat memuaskan. Berikut adalah perbandingan ikan lele yang menggunakan pakan pelet dan menggunakan pakan organik.

1.   Lele yang menggunakan pelet
  • Jika anda mengharapkan masa panen lele 2-3 bulan maka anda harus merogoh kocek dalam-dalam karena kebutuhan pakan yang jelas melambung.
  • Daging lele yang diberi pakan pelet akan cepat menyusut apabila telat member makan meskipun hanya satu hari saja.
  • Lele mudah terserang penyakit yang diakibatkan oleh pelet tersebut yang biasanya mengandung amoniak. Apalagi ditambah jika pelet yang dimakan lele tak habis dan mengendap didasar kolam, hal itu akan merugikan karena dapat menimbulkan dampak yang tak sehat bagi ikan lele.
  • Bobot lele lebih ringan.

2.   Lele yang menggunakan pakan organik
  • Lele yang menggunakan pakan organik maka perumbuhannya akan seragam dan waktu panen lebih singkat.
  • Menghemat biaya produksi karena meminimalisir pembelian pelet.
  • Lele organik pada dasarnya tetap membutuhkan pelet untuk pakan penunjang namun kebutuhannya lebih sedikit yakni 20 kg pelet untuk 1000 ekor lele sampai panen.
  • Lele akan mendapatkan pakan alami yang terbentuk dari pakan organik.
  • Ikan lele organik relatif lebih berbobot jika dibandingkan dengan lele intensif pelet. Umumnya lele organik akan unggul bobot hingga 100 gram pada masa panen yang sama.

Itu tadi telah kita bahas bersama-sama tentang cara membuat pakan ikan lele organik yang mungkin anda belum mengetahuinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan sampai jumpa pada pertemuan berikutnya. 

Kamis, 21 Januari 2016

Membuat Pakan Alternatif untuk Ayam Petelur Mudah dan Hemat

Membuat Pakan Alternatif untuk Ayam Petelur Mudah dan Hemat

Membuat Pakan Alternatif untuk Ayam Petelur Mudah dan Hemat - hai sobat peternakan, pada perjumpaan kita kali ini admin akan membahas tentang ternak ayam petelur. Namun bukan cara beternaknya yang akan dibahas melainkan cara menghemat pemberian pakan dengan menggunakan pakan alternatif untuk ayam petelur yang akan membuat produksi dan produktivitas telur akan tetap tinggi. Mari simak penjelasannya di bawah ini.

A. Jagung
Jagung merupakan sumber energi dan pakan yang baik untuk ayam karena jagung kaya akan sumber energi, tidak terdapat zat amilopektin. serta mengandung banyak pati dalam bentuk amilopektin. Namun jagung memiliki kandungan protein yang rendah serta kandungan lisin rendah dan kandungan metionin yang cukup tinggi. Untuk mengatasi kekurangan kandungan jagung maka dalam pemberian pakan, jagung harus dicampur dengan bungkil kedelai untuk mengatasi kekurangan amino dari jagung.

Dalam memilih jagung, gunakanlah jagung kuning karena memiliki pigmen kuning atau xantifil rata-rata 5 ppm dan karotin 0.05 ppm. Namun dalam memilih jagung, pilihlah jagung tua yang berdasarkan umur panennya karena kandungan energinya lebih banyak daripada jagung yang memiliki umur panen muda. Selain itu cermatilah dalam memilih pakan jagung, jangan pilih jagung yang terdapat tanda-tanda adanya jamur karena dapat mengakibatkan terganggunya metabolisme ayak karena adanya kandungan mitotoksin yang diakibatkan oleh jamur. Penggunaan jagung dalam ransum maksimal sebanyak 70%.

B. Dedak Padi
Dedak adalah bahan pakan ternak yang diperoleh dari proses penggilingan padi menjadi beras. Dedak sangat sering digunakan oleh peternak karena di dalam dedak terkandung sumber energi dan asam amino yang sangat baik bagi unggas, namun keseimbangan aminonya kurang baik. Selain itu dedak juga mengandung serat kasar yang baik untuk pakan ayam muda. Namun kandungan kadar lemak yang tinggi akan membuat dedak berbau tengik apabila disimpan terlalu lama. Penggunaan dedak padi dalam ransum antara 10-25% tergantung dari umur ayam.

Kualitas pada dedak padi harus diperiksa apa lagi jika untuk pakan ayam petelur karena jika kualitasnya buruk akan mengakibatkan ayam terganggu metabolismenya. Dedak yang berkualitas adalah dedak yang tak terdapat campuran kapur dan sekam. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara mengukur kepadatan dedak. Kepadatan dedak yang berkualitas memiliki kepadatan 417 kg/m3.

C. Singkong
Singkong merupakan bahan pakan yang baik untuk ayam karena kaya sumber energi yang hampir sama dengan jagung. Namun kandungan protein dalam singkong sangat rendah hanya sekitar 1-2% saja. Untuk menjadikan singkong sebagai pakan alternatif untuk ayam petelur anda maka singkong sebaiknya diolah terlebih dahulu menjadi gaplek untuk mengurangi zat antinutriennya. Gaplek sangat baik untuk dijadikan sumber energi bagi ayam petelur pada pemakaian ransum sebaiknnya kurang dari 20%.

D. Tepung Bekicot
Bekicot dapat digunakan menjadi bahan pakan yang kaya sumber protein untuk ayam. Penggunaan tepung bekicot dalam keadaan mentah hanya sebanyak 10%. Tetapi, apabila diolah dengan terlebih dahulu dengan merebusnya selama 15 menit dan ditambahkan larutan garam maka penggunaan tepung bekicot dapat ditambah hingga 20% pemakaian. Cara mengolah tepung bekicot sangat mudah, simak cara-caranya berikut.

  1. Tepung bekicot mentah: Bekicot dibersihkan dan lalu dikeringkan.
  2. Tepung bekicot rebus: Bekicot dibersihkan dan dilepas dari cangkang serta isi perut dibersihkan lalu direbus selama 15 menit, setelah itu bekicot digiling.
  3. Tepung bekicot rebus dengan larutan garam: Pertama-tama rebus bekicot dengan garam selama 15 menit. Pembuatan larutan garam dibuat dengan cara melarutkan 1 kg garam pada 20 liter air untuk 59 kg bekicot.


E. Ampas Kecap
Ampas kecap adalah sisa dari proses pembuatan kecap yang berbahan baku dari kedelai. Pemakaian ampas kecap pada ransum bisa mencapai 5%. 

F. Kulit Buah Kopi
Kulit buah kopi adalah hasil sisa dari pengolahan kopi yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pakan ayam petelur. 

Itulah tadi artikel yang telah kita bahas tentang Membuat Pakan Alternatif untuk Ayam Petelur Mudah dan Hemat. Tentunya mudah dan hemat bukan? apalagi bahan-bahan tersebut sangat mudah didapat. Semoga artikel ini bermanfaat, namun pilihlah pakan yang paling tepat dan informasi ini tak bermaksud untuk menggantikan informasi yang ada untuk pakan ayam anda. Semoga sukses beternak!

Inilah Rahasia Mengapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit


Rahasia Mengapa Orang Gila Selalu SehatRahasia Mengapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit - Sudah lama nih tidak posting di blog ini, dan kali ini Blog Admin akan membagikan Rahasia Mengapa Orang Gila Tidak Pernah Sakit.Nah,Pernahkah kamu sadari bahwa orang gila itu sebenarnya tidak pernah sakit?Jika belum pernah,ini adalah pembuktiannya.Seandainya kita sedang di jalanan dan melihat orang gila yg

Rabu, 20 Januari 2016

Obat Alami Sakit Gigi


Obat Sakit Gigi Alami Yg Ampuh dan CepatObat Sakit Gigi-Cara mengobati sakit gigi dengan cepat pada anak dan orang dewasa dapat menggunakan obat sakit gigi alami seperti garam dan bawang putih.Apakah anda kenal,apa saja sih yg menyebabkan gigi menjadi sakit? Yah,sakit gigi kebanyakan diakibatkan oleh beraneka factor salah satunya seperti rusaknya gigi,sindrom gigi retak, gusi bengkak,dan tentu

Khasiat Bambu Yang Perlu di Ketahui

Tanaman bambu sangat terkenal di Indonesia, baik untuk keperluan bangunan, kerajinan atau furnitur. Dalam kitab pengobatan Cina, Bambu di kenal sebagai obat herbal yang berupa serutan batang bambu dan diberi nama Cina Zhu Ru, cukup asing di telinga, benar bukan? Tapi memang herbal ini sudah digunakan sejak lama dalam pengobatan tradisional Cina.



Kandungan kimia bambu: asetikolin, silica,

Dampak Buruk Menonton TV Bagi Kesehatan


Efek Buruk Biasanya Nonton Televisi Terlalu LamaTelevisi sekarang menjadi kotak hiburan yg murah dan mudah diakses oleh seluruhnya golongan penduduk.Seluruhnya stasiun televisi berlomba-lomba utk menjadikan tayangan yg menarik jadi tidaklah mengherankan jikalau jumlah penyinta televisi jadi tambah banyak dari hari ke hari.Menghabiskan berjam-jam utk duduk sambil menyaksikan televisi menjadi hal

Selasa, 19 Januari 2016

Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya - Anggrek dendrobium merupakan tanaman anggrek epifit yang digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan maupun taman dan pekarangan. Bunga dendrobium sangat bervariasi dari bentuk dan warnanya. Dendrobium merupakan salah satu jenis tanaman hias anggrek yang mudah dipelihara daripada jenis lainnya.

Pola pertumbuhan pada Dendrobium bertipe simpodial, yaitu mempunyai pertumbuhan pada ujung batang yang terbatas. Batang ini akan tumbuh terus dan berhenti setelah mencapai batas maksimal. Selanjutnya pertumbuhan akan dilanjutkan oleh anakan yang baru tumbuh yang berada di sampingnya. Pada anggrek bertipe simpodial terdapat penghubung yang biasa disebut rhizoma atau batang yang berada di bawah tanah. Rhizoma akan mengeluarkan tunas anakan baru. Di antara rhizoma dan daun terdapat semacam umbi yang disebut pseudobulb atau umbi palsu. Ukuran dan bentuk dari pseudobulb sangat bervariasi. Tanaman hias anggrek dendrobium membutuhkan intensitas cahaya sinar matahari sedang hingga tinggi, tergantung dari jenisnya. 

Karakteristik Anggrek Dendrobium

Anggrek dendrobium sangat menyukai ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang lancar dan tidak pengap. Namun apabila tidak memungkinkan dan tanaman hias ini harus diletakan pada ruang tertutup, maka solusi terbaik adalah dengan memberikan kipas angin ataupun hexos karena sangat diperlukan agar tanaman tetap dalam kondisi yang cukup udara.

Kebutuhan sinar matahari Dendrobium sekitar 50 – 60%. Namun cara meletakannya jangan terpapar sinar matahari langsung sebaiknya berikan naungan berupa paranet atau diletakan di bawah pohon, teras dan lain-lain. Temperatur yang ideal untuk tanaman hias ini berkisar antara 28 – 32 derajat Celcius dan kelembaban 50% merupakan suhu yang paling ideal untuk tanaman ini.

Spesies anggrek dendrobium banyak tersebar di hutan tropis terutama di Indonesia. Jenis anggrek epifit ini sangat tahan terhadap kekurangan air. Hanya dengan mengandalkan kelembaban udara lingkungan saja dendrobium dapat tumbuh subur. Jika anda ingin menanam anggrek dendrobium maka anda tak perlu khawatir karena anggrek dendrobium termasuk jenis anggrek yang rajin berbunga. Setiap kali berbunga, anggrek ini bisa berbunga lebih dari dua tangkai. Namun agar mendapatkan hasil seperti demikian maka perawatannya juga harus maksimal. 

Kesimpulan Cara Merawat Anggrek Dendrobium

  1. Anggrek dendrobium lebih suka cahaya matahari dibandingkan dengan jenis anggrek lainnya.
  2. Intensitas sinar matahari yang dibutuhkan 50 – 60%. Sehingga diperlukan naungan paranet.
  3. Agar tumbuh subur anggrek dendrobium membutuhkan temperatur 28-32 derajat Celcius dan kelembaban 50%.
  4. Sirkulasi udara dalam nursery sangat diperlukan. Jika sirkulasi udara kurang baik maka sebaiknya gunakan mesin penghisap udara agar sirkulasi udara tetap lancar. 
  5. Lakukan penyiraman sehari 2 kali, pagi jam 9 dan sore jam 3. Apabila kondisi cuaca mendung, cukup siram tanaman 1 kali saja. Penyiraman jangan dilakukan terlalu pagi ataupun terlalu sore karena akan meningkatkan kelembaban dan akan berpotensi timbulnya jamur. Anggrek dendrobium yang cukup air memiliki ciri-ciri batangnya kokoh dan padat, apabila kekurangan air batangnya layu dan kisut.
  6. Agar anggrek terhindar dari serangan hama dan penyakit, maka semprot tanaman menggunakan insektisida dan fungisida setiap satu minggu sekali sesuai dosis obat yang digunakan. Lakukan penyemprotan pada sore hari.
  7. Agar anggrek dendrobium dapat tumbuh subur dan rajin berbunga, maka anggrek dendrobium perlu dipupuk setiap dua minggu sekali dengan menggunakan pupuk yang kaya kandungan Nitrogen (N), Phospor (P) dan Kalium (K). serta tambah dengan pupuk daun yang dispray. Cara aplikasinya dengan dilarutkan dalam air lalu disiram pada bagian akar.
Anggrek dendrobium jenisnya sangat banyak sekali apalagi di daerah hutan tropis yang terdapat di Indonesia. Adapun spesies dari tanaman hias anggrek dendrobium antara lain sebagai berikut:

1.Dendrobium agregatum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

2.Dendrobium anosmum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

3.Dendrobium antennatum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

4.Dendrobium antennatum ‘longhorn’

5.Dendrobium aphyllum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

6.Dendrobium archipilangense

7.Dendrobium bifalce
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

8.Dendrobium bracteosum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

9.Dendrobium capituliflorum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

10.Dendrobium discolor
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

11.Dendrobium fasciferum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

12.Dendrobium finisterae
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya


13.Dendrobium lacteum
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

14.Dendrobium linearifolium
Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya

15.Dendrobium macrophyllum ‘Maluku’

16.Dendrobium macrophyllum ‘Jawa’

17.Dendrobium musciferum

18.Dendrobium pachiphyllum

19.Dendrobium purpureum

20.Dendrobium purpureum ‘merah’

21.Dendrobium siraishii

22.Dendrobium smilliae

23.Dendrobium stratiotes

24.Dendrobium strebloceras

25.Dendrobium sulawesiense

26.Dendrobium superbum common

27.Dendrobium superbum giant

28.Dendrobium taurulinum

29.Dendrobium crumenatum

30.Dendrobium platygastrum

31.Dendrobium Discolor alba

Itulah sobat artikel tentang Mengenal Tanaman Hias Anggrek Dendrobium dan Cara Merawat serta Gambarnya yang telah kita bahas bersama-sama. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua. Apabila gambarnya tidak lengkap admin mohon maaf karena keterbatasan admin. Sampai jumpa dan semoga sukses!